Kamis, 17 Januari 2013
Peraturan Tenis Lapangan
Bagi Anda yang baru pertama kali
mengenal tenis lapangan, selamat bergabung. Anda tidak perlu bingung
mempelajari hal-hal seputar tenis, karena kami akan mencoba semampu kami
untuk menyediakan tutorial singkat mengenai tenis yang diharapkan dapat
membantu Anda dalam mempelajari tenis lapangan.
Pada artikel kali ini kami akan mencoba membahas tentang peraturan dasar bermain tenis. Semoga dapat berguna bagi pembaca.
Peraturan Dasar Tenis Lapangan
Sebelum permainan dimulai, dilakukan penentuan siapa yang akan melakukan servis atau memilih sisi lapangan berdasarkan undian (bisa menggunakan koin atau lainnya). Setiap awal pertandingan, pemain selalu berada di sisi sebelah kanan lapangannya masing-masing. Pemain yang melakukan servis pertama (anggap saja pemain A) harus berada di belakang garis baseline ketika melakukan servis. Servis diarahkan secara diagonal ke lapangan pemain penerima bola (anggap saja B). Bola harus terlebih dahulu memantul satu kali sebelum dipukul pemain B. Dalam permainan ganda, rekan penerima bola tidak boleh menyentuh bola servis sebelum dipukul penerima (pemain B).
Sebelum permainan dimulai, dilakukan penentuan siapa yang akan melakukan servis atau memilih sisi lapangan berdasarkan undian (bisa menggunakan koin atau lainnya). Setiap awal pertandingan, pemain selalu berada di sisi sebelah kanan lapangannya masing-masing. Pemain yang melakukan servis pertama (anggap saja pemain A) harus berada di belakang garis baseline ketika melakukan servis. Servis diarahkan secara diagonal ke lapangan pemain penerima bola (anggap saja B). Bola harus terlebih dahulu memantul satu kali sebelum dipukul pemain B. Dalam permainan ganda, rekan penerima bola tidak boleh menyentuh bola servis sebelum dipukul penerima (pemain B).
Pemain kehilangan poin apabila:
- bola yang dipukul keluar dari garis
- memukul bola dua kali
- bagian tubuh pemain termasuk pakaian dan asesoris menyentuh net atau sisi lapangan lawan
- memukul bola sebelum melewati net.
Perhitungan Skor
Perhitungan skor dalam tenis lapangan adalah sebagai berikut:
|
0
|
Love
|
|
1
|
15
|
|
2
|
30
|
|
3
|
40
|
Apabila
skor mencapai 40-40 dinamakan deuce. Pemain harus memenangkan dua poin
lagi untuk memenangkan permainan. Pemain yang memasukan bola ketika
kedudukan masih deuce mendapakatkan "ad" atau advantage (unggul). Jika
pemain yang melakukan servis yang memperoleh nilai, disebut "ad in",
jika penerima yang memperoleh nilai, disebut "ad out".
Untuk
memenangkan satu set, Anda harus memenangkan 6 game dengan selisih 2
(kecuali menggunakan peraturan tie-break). Jadi Anda dapat memenangkan
pertandingan dengan skor 6-4, 6-3, 6-2, 6-1, 6-0 tetapi tidak 6-5. Jika
skor mencapai 6-5, game tambahan akan dimainkan hingga salah satu pemain
unggul 2 game, jadi skornya menjadi 7-5, 8-6, 10-8.
Sistem
tie-break digunakan untuk mencegah jumlah set yang terlalu banyak.
Umumnya digunakan sistem 12 poin, jika game mencapai 6-6. Pemain pertama
harus meraih 7 poin dengan selisih 2 poin dengan lawan untuk
memenangkan set. Dan berakhir dengan skor 7-6.
Umumnya pertandingan internasional memainkan 3 set, walau terkadang tunggal/ganda putra memainkan 5 set.
Dalam permainan 3 set, pemain atau tim yang meraih 2 set terlebih dahulu menjadi pemenang.
Dalam permainan 3 set, pemain atau tim yang meraih 2 set terlebih dahulu menjadi pemenang.
Bagi
Anda yang masih baru mengenal tenis, jangan sungkan untuk menanyakan
hal-hal yang tidak dimengerti kepada kami. Kami akan mencoba memberikan
jawaban yang mudah dimengerti sekalipun Anda belum mengenal tenis sama
sekali.
Ukuran Lapangan Tenis
Standar ukuran dan desain lapangan
tennis telah ditentukan oleh WTA, ukuran lapangan tennis pada area
keseluruhan adalah 36 m x 18 m sedangkan ukuran lapangan tenis pada area
permainan atau game court adalah 10,97 m x 23,78 m. Pada sekeliling
lapangan tennis terdapat pagar yang berfungsi untuk menahan bola agar
tidak keluar lapangan. pagar lapangan tennis saat ini banyak yang
memakai kawat mesh, atau material kawat terbaru adalah kawat harmonika,
yaitu suatu kawat galvanis yang dilapisi oleh PVC berwarna hijau, selain
tahan karat, kawat harmonika juga lentur serta tidak memantulkan bola
terlalu keras, sehingga cocok untuk dipergunakan sebagai penahan laju
bola tennis berkecepatan tinggi.
Lapisan lapangan tennis juga bermacam-macam, diantaranya adalah lapangan tennis dengan lapisan floor hardener, plester aci kemudian di cat dengan cat khusus, bisa berupa cat tennokote, ataupun rubber, dll. untuk finishing lapangan tennis yang lain yaitu bisa berupa lapisan aspal, lapisan tanah liat / clay, ataupun lapangan tennis dengan finishing granite.
Lapisan lapangan tennis juga bermacam-macam, diantaranya adalah lapangan tennis dengan lapisan floor hardener, plester aci kemudian di cat dengan cat khusus, bisa berupa cat tennokote, ataupun rubber, dll. untuk finishing lapangan tennis yang lain yaitu bisa berupa lapisan aspal, lapisan tanah liat / clay, ataupun lapangan tennis dengan finishing granite.
Tekhnik Dasar Tenis
Tenis merupakan salah satu olahraga yang mulai digemari
di Indonesia. Bagi banyak orang mungkin tenis bukan hanya sekedar
olahraga yang menyehatkan tubuh tetapi mulai menjadi gaya hidup. Dalam
bermain tenis kita harus mengerti bagaimana cara bermain tenis yang
baik. Dengan kita mengerti seperti apa bermain tenis yang baik dan
berlatih tenis secara rajin bukan tidak mungkin kita akan menjadi atlet
tenis yang handal. Dalam blog ini saya ingin memberikan teknik dasar
bermain tenis lapangan
- Memegang Raket, Dalam memegang raket tenis tidak sama dengan cara memegang raket pada permainan bulutangkis. Banyak orang yang salah dalam memegang raket ini sehingga perlu info yang lebih agar para pemain tenis tidak salah lagi dalam memegang raket. Banyak teknik memegang raket tenis diantaranya;
- Forehand Continental grip, Teknik memegang raket ini sering digunakan para pemain tenis masa lalu ketika masih terdapat reket kayu. Cara mememang raket teknik ini adalah posisi tangan berada tepat di atas gagang raket dan posisi pangkal telunjuk berada di sudut 1 ( untuk pemain tangan kanan) dan sudut 4 ( untuk pemain kidal).
- Forehand Eastern grip, teknik ini merupakan teknik yang paling mudah digunakan bagi para orang yang baru belajar permainan tenis. Teknik memegang raket ini sering disebut 'pegangan berjabat tangan'. Dalam memulai belajar teknik ini anda dapat mencobanya dengan memulai pegangan dari lelher raket seperti menjabat tangan, lalu turun ke ujung gagang raket. Posisi dari pangkal telunjuk cenderung berada pada sisi kanan (untuk pemain tangan kanan) atau sisi kiri (untuk pemain kidal)
- Forehand Semi-Western grip. Teknik memegang raket ini adalah
teknik yang paling banyak dipakai oleh para atlet tenis saat ini,
terutama yang memiliki tipe permainan baseliner. Teknik ini dapat
dilakukan dengan menempatkan pangkal jari telunjuk anda di sudut dua (
untuk pemain tangan kanan) atau tiga (untuk pemain kidal). Teknik ini
juga bisa dilakukan berawal dari grip eastern kemudian tangan anda
diputar searah jarum jam satu sudut ke sudut 2 atau 3.
Keunggulan dari teknik ini adalah anda dapat memukul spin dengan baik sehingga kemungkinan bola untuk melewati net lebih besar karena sifatnya yang parbolik. - Forehand Western Grip, Teknik ini adalah salah satu jenis memegang raket yang ekstrim digunakan terutama untuk melakukan pukulan topspin. Pemain dengan spesialisasi tanah liat pada umumnya menggunakan teknik jenis ini, selain itu pemain masa kini juga banyak yang menggunakan teknik ini. Cara menggunakan teknik ini adalah anda dapat memulai dari posisi semi-western kemudian bergeser satu sudut kesisi bawah gagang raket.
Sejarah Tenis
Tenis ternyata merupakan olahraga yang sudah sudah lama. Terekam pada
pahatan yang dibuat sekitar 1500 tahun sebelum masihi di dinding sebuah
kuil di mesir yang menunjukan permainan bola tenis dan dimainkan pada
upacara keagamaan. Permainan ini kemudian meluas ke seluruh eropah pada
abad ke-8.
Pada awalnya tenis dimainkan dengan memakai tangan atau sebuah
tongkat yang dipukulkan berganti-ganti menggunakan sebuah bola dari kayu
yang padat. Permainan ini kemudian berkembang lagi menjadi permainan
bola dengan dipukulkan melintasi sebuah dinding penghalang,kerana pada
saat itu dirasakan bahawa kawalan bola lebih terasa menggunakan tangan,
maka media yang berkembang pada waktu itu adalah dengan menggunakan
sarung tangan kulit.Bola berevolusi dari sebuah bola kayu padat menjadi
bola dari kulit yang diisi oleh dedak kulit padi.
Sukan ini sangat berkembang di Perancis waktu itu. Pada abad 16-18
telah mulai banyak dimainkan terutama oleh kalangan Raja-raja dan para
bangsawan dengan nama ‘Jeu de Palme’. Perkataan Tenis sendiri dipercaya
berasal dari pemain Perancis yang sering menyebut kata ‘Tenez’ yang
beerti “Main!” pada saat akan memulai permainan dan hingga sekarang kata
tersebut dipakai sebagai nama sukan ini. Tenis kemudian berkembang
hingga ke England dan juga ke Sepanyol, Itali, Belanda, Swiss dan
Jerman. Namun tenis mengalami kemunduran saat terjadinya revolusi
Perancis dan berkuasanya Napoleon Bonaparte di Eropah.
Pada abad 19 barulah tenis dimunculkan kembali oleh para bangsawan
Inggeris dengan membangun gelanggang-gelanggang tenis di rumahnya yang
besar. Kerana pada waktu itu tenis popular dimainkan di halaman rumput,
maka terkenal dengan sebutan ‘Lawn Tennis’ atau tenis bergelanggangkan
rumput. Pada masa ini juga mulai muncul bola dari karet vulkanisir yang
pada waktu itu dianggap dapat mengurangi kerosakan rumput di gelanggang.
Perkataan Lawn Tennis berasal dari seorang Inggeris bernama Arthur
Balfour. Sejakgelanggang rumput diperkenalkan, orang mulai membuat
eksperimen dengan memainkannya di permukaan lain seperti tanah liat dan
simen. Puncaknya terjadi pada tahun 1869 ketika salah satu kelab croquet
ternama di Inggeris, All England Croquet Club, tidak berhasil menarik
banyak peminat dan mencuba untuk memasukan tenis sebagai sukan lainnya.
Hasilnya kelab ini sangat sukses menarik peminat terutama pada permainan
Tenis tersebut hingga pada tahun 1877 mengganti namanya menjadi ‘All
Engand Croquet and Lawn Tennis Club’. Sejarah ini berlanjut ketika
lokasi kelab yang bertempat di Wimbledon terjadi kenaikan sewa yang
memaksa kelab untuk mendapatkan dana lebih dari kebiasaanya. Oleh kerana
itu kelab mengadakan pertandingan tenis pertama di Wimbledon dengan
membentuk sebuah panitia untuk mengadakan pertandingan dan membuat
peraturan yang baku dalam permainan ini.pertandingan tersebut disertai
oleh 20 peserta dengan penonton sekitar 200 orang dan ini merupakan
pertandingan Wimbledon pertama di dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)
